Tetap Online di Jalur Lokal: Konsistensi Digitalisasi di SMAN 2 Lambu
SMAN 2 Lambu kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya digital yang berkelanjutan melalui pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) dan Sumatif Tengah Semester yang berbasis intranet sekolah. Kegiatan ini akan berlangsung mulai Senin, 02 Maret hingga Senin, 09 Maret, ujian dilaksanakan 1 sesi menjadi bukti nyata konsistensi sekolah dalam menerapkan sistem evaluasi modern tanpa bergantung pada jaringan internet.
Berbeda dari kebanyakan sekolah yang mengandalkan koneksi internet, SMAN 2 Lambu memilih jalur yang lebih stabil dan terkontrol: ujian berbasis intranet. Sistem ini memungkinkan seluruh perangkat terhubung dalam satu jaringan lokal sekolah, tanpa akses ke internet luar.
Digital, Tapi Tetap Aman dan Terkontrol
Dalam pelaksanaannya, siswa mengerjakan soal menggunakan tablet yang disediakan sekolah serta handphone masing-masing, yang terhubung langsung ke server lokal sekolah. Meski tanpa internet, suasana ujian tetap terasa modern dan efisien.
Metode ini bukan hanya diterapkan saat SAS, tetapi juga secara konsisten digunakan dalam Penilaian Tengah Semester (PTS) dan berbagai evaluasi pembelajaran lainnya. Konsistensi inilah yang menjadi ciri khas sekaligus kekuatan digitalisasi di SMAN 2 Lambu.
Kelebihan Metode Ujian Berbasis Intranet
Beberapa keunggulan sistem ini antara lain:
Daya Tarik dan Identitas Sekolah
Digitalisasi yang terus berjalan ini menjadi salah satu daya tarik utama SMAN 2 Lambu. Sekolah tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu berinovasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal.
Dengan langkah ini, SMAN 2 Lambu membuktikan bahwa transformasi digital tidak selalu harus berbasis internet. Melalui intranet, sekolah tetap bisa menghadirkan ujian yang efektif, efisien, dan berintegritas — sekaligus memperkuat citra sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar